BLANTERORBITv101

Pengertian Eksternalitas Menurut Para Ahli

Jumat, 17 September 2021

Pengertian Eksternalitas Menurut Para Ahli


Pengertian Eksternalitas Menurut Para Ahli

Berbagai ahli dan pakar ekonomi berpendapat mengemukakan teorinya tentang pengertian eksternalitas antara lain sebagai berikut:

1. Teori kesejahteraan ekonomi

Teori kesejahteraan ekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang menggunakan teknik ekonomi mikro untuk mengevaluasi kesejahteraan ekonomi, terutama relatif terhadap keseimbangan umum kompetitif dalam ekonomi untuk efisiensi ekonomi dan distribusi pendapatan yang dihasilkan yang terkait dengannya. Menganalisis kesejahteraan sosial, secara terukur, dalam hal kegiatan ekonomi dari individu yang terdiri dari masyarakat teoritis yang dipertimbangkan. 

Baca juga : Makalah Eksternalitas dan faktor penyebab eksternalitas

Dengan demikian, individu, dengan kegiatan ekonomi yang terkait, merupakan unit dasar penggabungan untuk kesejahteraan sosial, apakah kelompok, komunitas, atau masyarakat, dan tidaklah ada “kesejahteraan sosial” yang terpisah dari “kesejahteraan” yang berhubungan dengan unit-unit individu.

Kesejahteraan ekonomi biasanya memerlukan preferensi individu seperti yang diberikan dan menetapkan peningkatan kesejahteraan dalam hal efisiensi dari keadaan sosial A ke keadaan sosial B jika setidaknya satu orang lebih menyukai B dan tak ada orang lain yang menentangnya. 

Tidak ada persyaratan ukuran kuantitatif yang unik dari peningkatan kesejahteraan yang tersirat dengan hal ini. Aspek lain dari kesejahteraan memperlakukan pendapatan / distribusi barang, termasuk kesetaraan, sebagai dimensi kesejahteraan lebih lanjut.

2. Menurut Baumol (1978) pengertian eksternalitas adalah efek yang timbul dari suatu kegiatan yang tidak dikompensasi ataupun diapreasiasi. Jadi eksternalitas bisa bersifat tidak terduga dan pasti ada karena efek dari kegiatan yang dilakukan.

3. Menurut Kolm (197) seperti dikutip oleh Simarmata (1994) mengatakan bahwa definisi eksternalitas adalah sebagai dampak dari keputusan seseorang pada orang lain tanpa melibatkan penerima dampak dalam proses pembuatan keputusan tersebut. Dengan kata lain eksternalitas adalah dampak negatif atau positif yang tidak memiliki harga dimana baik penghasil maupun penerimanya tidak merasa memilikinya. Dengan demikian, eksternalitas baik positif maupun negatif tidak dapat diperjual belikan karena tidak adanya harga dan property rights.

4. Pendapat Meade (1973) menjelaskan pengertian eksternalitas secara lebih luas dari definisi-definisi di atas. Ekonomi eksternal (diseconomy) adalah kegiatan yang menimbulkan manfaat atau kerugian secara nyata pada seseorang atau beberapa orang, dimana penerima dari manfaat atau kerugian tersebut tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang memungkinkan kegiatan tersebut dapat terjadi. Dalam makalah dan artikel yang lain pun telah di jelaskan soal eksternalitas ini secara luas.

5. Fauzi (2004) menjelaskan definisi eksternalitas sebagai dampak kegiatan produksi atau konsumsi dari satu pihak mempengaruhi utilitas pihak lain secara tidak diinginkan. Dampak ini tidak hanya terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam. Musik yang terlalu keras, asap rokok yang terhisap dari orang lain, parfum yang tercium baik yang berbau sedap ataupun sebaliknya, asap dari cerobong pabrik, ini semua merupakan contoh-contoh dari eksternalitas yang ditemukan pada kegiatan sehari-hari. 

6. Pendapat oleh Rosen (1988) menyatakan bahwa eksternalitas terjadi ketika aktivitas suatu satu kesatuan mempengaruhi kesejahteraan kesatuan yang lain yang terjadi di luar mekanisme pasar (non market mechanism). Tidak seperti pengaruh yang ditransmisikan melalui mekanisme harga pasar, eksternalitas dapat mempengaruhi efisiensi ekonomi. Dalam hal ini eksternalitas merupakan konsekuensi dari ketidak mampuan seseorang untuk membuat suatu property right.

7. Hyman (1999) menyatakan bahwa pengertian eksternalitas merupakan biaya atau manfaat dari transaksi pasar yang tidak direfleksikan dalam harga. Ketika terjadi eksternalitas, maka pihak ketiga selain pembeli dan penjual suatu barang dipengaruhi oleh produksi dan konsumsinya. Biaya atau manfaat dari pihak ketiga tersebut tidak dipertimbangkan baik oleh pembeli maupun penjual suatu barang yang berproduksi atau yang menggunakan produk sehingga menghasilkan eksternalitas. Lebih jauh Hyman menyatakan bahwa harga pasar yang terjadi tidak secara akurat menggambarkan baik marginal social cost (MSC) maupun  marginal socila benefit (MSB).

8. Meade (Corner dan Sandler, 1993) menjelaskan pengertian eksternalitas ekonomi (disekonomi) sebagai suatu per istiwa yang memberi keuntungan cukup besar atau memberikan kerugian cukup besar pada beberapa orang yang tidak ikut secara penuh dalam pengambilan keputusan. 

Dalam pendapat tersebut tidak secara spesifik mengenai kerangka institusi dalam kaitannya dengan interaksi sosial yang terjadi. Oleh karena itu Arrow (Corner dan Sandler,1993) mengartikan eksternalitas dalam suatu kerangka institusi yang lebih khsus, yakni pasar kompetetif.

Demikian lah postingan kami tentang pengertian dan teori eksternalitas menurut para ahli


Author

Sa